“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang lain diberi kelebihan harta dan fisik [atau kenikmatan dunia lainnya], maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” (HR. Bukhari, no. 6490; Muslim, no. 2963)

Contoh Visi dan Misi



BAB  II
VISI, MISI, DAN TUJUAN 
A.   Tujuan Pendidikan Nasional
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab (UU N0 20 tahun 2003 Pasal 3 ).
B.   Tujuan Pendidikan Dasar
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dirumuskan mengacu pada tujuan umum pendidikan. Adapun tujuan umum pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
C.   Visi SDN Kanigoro
Unggul dalam prestasi berdasarkan Iman dan Taqwa
1.    Indikatornya :
1.1  Unggul dalam prestasi:
Ø  Prestasi hasil belajar siswa baik akademik maupun non akademik minimal sama dengan KKM sehingga prosentase siswa yang tinggal kelas 0%
Ø  Memperoleh minimal 1 kejuaraan dan minimal juara tiga dalam  lomba; MTQ, MIPA, Kesenian, maupun Olah Raga.
Ø  Berperilaku yang mencerminkan  budaya tertib, disiplin, santun dalam ucapan sopan dalam perilaku terhadap sesama berlandaskan iman dan taqwa.
Ø  Rata-rata Nilai Ujian Sekolah lebih tinggi dari sekolah lain sehingga mudah dalam mengikuti pendidikan lebih lanjut.
1.2   Iman dan taqwa, di antaranya tercermin dalam:
Ø  Hafal dan fasih bacaan sholat, gerakan sholat, dan keserasian gerakan dan bacaan
Ø  Tertib menjalankan sholat fardhu (berjamaah)
Ø  Hafal, fasih, dan mengamalkan doa setelah sholat
Ø  Hafal, fasih, dan mengamalkan doa-doa harian muslim

D.   Misi SDN Kanigoro
1.    Meningkatkan penghayatan terhadap budaya bangsa dan ajaran agama yang dianutnya.
2.    Mengembangkan potensi siswa secara optimal.
3.    Menumbuhkan semangat keunggulan siswa secara optimal.
4.    Melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan siswa secara optimal.
5.    Mengembangkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
6.    Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah.
E.   Tujuan SDN Kanigoro
SDN Kanigoro mempunyai tujuan sebagai berikut :
1.    Meningkatkan pengamalan ajaran agama melalui pembiasaan dan keteladanan.
2.    Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani melalui PHBS.
3.    Meningkatkan prestasi kejuaraan berbagai lomba akademik dan non akademik.
4.     Meningkatkan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan untuk mencapai tingkat ketuntasan yang tinggi.
5.    Menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
6.    Menyiapkan peserta didik yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kebudayaan masyarakat, bangsa, dan berwawasan lingkungan.

F.    Strategi Pencapaian Tujuan
Strategi Pelaksanaan Kurikulum 2013 di SD Negeri Kanigoro,  menggunakan 3 strategi, yaitu:
1.    Pembelajaran dilaksanakan secara Tematik Integratif
Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Tujuan penggunaan pendekatan tematik integratif adalah agar siswa dapat mengembangkan diri dan kompetensinya secara holistik dan bermakna. Pembelajaran tematik integratif, perlu didukung perangkat pembelajaran tematik integratif yg berkualitas sehingga menumbuhkan kemampuan berfikir kritis dan karakter positif.  Dalam menerapkan dan melaksanakan pembelajaran tematik, ada beberapa prinsip dasar  yang perlu diperhatikan yaitu:
a.  Bersifat kontekstual atau terintegrasi dengan lingkungan. Pembelajaran yang dilakukan perlu dikemas dalam suatu format keterkaitan, maksudnya pembahasan suatu topik dikaitkan dengan kondisi yang dihadapi siswa atau ketika siswa menemukan masalah dan memecahkan masalah yang nyata dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan topik yang  dibahas.
b.      Bentuk belajar harus dirancang agar siswa bekerja secara sungguh-sungguh untuk menemukan tema pembelajaran yang riil sekaligus mengaplikasikannya. Dalam melakukan pembelajaran tematik siswa didorong untuk mampu menemukan tema-tema yang benar-benar sesuai dengan kondisi siswa, bahkan dialami siswa.
c.      Efisiensi
Pembelajaran tematik memiliki nilai efisiensi antara lain dalam segi waktu, beban materi, metode, penggunaan sumber belajar yang otentik sehingga dapat mencapai ketuntasan kompetensi secara tepat.
Ciri-ciri Pembelajaran Tematik:
Pembelajaran tematik memiliki ciri-ciri atau karakteristik sebagaimana diungkapkan dalam www. pppg tertulis.or.id. sebagai berikut:
                          1)        Berpusat pada siswa
Proses pembelajaran yang dilakukan harus menempatkan siswa sebagai pusat aktivitas dan harus mampu memperkaya pengalaman belajar. Pengalaman belajar tersebut dituangkan dalam kegiatan belajar yang menggali dan mengembangkan fenomena alam di sekitar siswa.
                          2)        Memberikan pengalaman langsung kepada siswa
Agar pembelajaran lebih bermakna maka siswa perlu belajar secara langsung dan mengalami sendiri. Atas dasar ini maka guru perlu menciptakan kondisi yang kondusif dan memfasilitasi tumbuhnya pengalaman yang bermakna.
                          3)        Pemisahan mata  pelajaran tidak begitu jelas
Mengingat  tema dikaji dari berbagai mata pelajaran dan saling keterkaitan maka  batas mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas.
                          4)        Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran.
                          5)        Bersifat fleksibel
Pelaksanaan pembelajaran tematik tidak  terjadwal secara ketat antar mata pelajaran.
                          6)        Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan siswa.
2.    Pendekatan Scientifik Learning
Pada penerapan (Implementasi Kurikulum 2013) di lapangan, guru, salah satunya harus menggunakan pendekatan ilmiah (scientific), karena pendekatan ini lebih efektif hasilnya dibandingkan pendekatan tradisional.
Kriteria Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)
Pendekatan pembelajaran dapat dikatakan sebagai pembelajaran scientific:
a.      Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.
b.      Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.
c.      Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.
d.      Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran.
e.      Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.
f.       Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
g.      Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.
h.      Langkah-Langkah Pembelajaran pada Pendekatan Scientific (Pendekatan Ilmiah)




i.        Proses pembelajaran yanag mengimplementasikan pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor). Dengan proses pembelajaran yang demikian maka diharapkan hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
Adapun penjelasan dari diagram pendekatan pembelajaran scientific (pendekatan ilmiah) dengan menyentuh ketiga ranah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
                          1)        Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa.”
                          2)        Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”.
                          3)        Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa.”
                          4)        Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik  (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
                          5)        Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.
                          6)        Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.
3.    Penilaian autentik
a.      Penilaian Sikap
Contoh muatan KI -1 (Sikap Spiritual) antara lain: ketaatan beribadah, berperilaku syukur, berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan,  toleransi dalam beribadah. Contoh KI -2 (Sikap Sosial) antara lain: jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, percaya diri, bias ditambah lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, missal : kerja sama, ketelitian, ketekunan, dll. Penilaian sikap ini bukan merupakan penilaian yang terpisah dan berdiri sendiri, namun merupakan penilaian yang pelaksanaannya terintegrasi dengan penilaian pengetahuan dan ketrampilan, sehingga bersifat autentik (mengacu kepada pemahaman bahwa pengembangan dan penilaian KI 1 dan KI 2 dititipkan melalui kegiatan yang didesain untuk mencapai KI  3 dan KI  4)
Penilaian Aspek sikap dilakukan melalui:
                          1)        Observasi
                          2)        Penilaian diri
                          3)        Penilaian antar teman
                          4)        Jurnal catatan Guru
b.      Penilaian Pengetahuan
Aspek pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut
                          1)        Tes tertulis
Pada tes tertulis berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya, namun tetap terbuka memperoleh nilainya yang sama
                          2)        Tes Lisan
                          3)        Penugasan
c.      Penilain Keterampilan
Aspek ketrampilan dapat dinilai dengan cara berikut
                          1)        Penilaian Kinerja
                          2)        Penilaia Proyek
                          3)        Penilaian Portofolio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar